Pernah gak lihat influencer TikTok dengan ribuan follower, tapi begitu jualan… sepi?
Itu juga yang saya alami dulu.
Saya pikir, asal punya banyak follower, pasti langsung laku keras.
Nyatanya? Sudah promosi berkali-kali, bikin video dengan produk bagus, tapi tetap gak ada yang beli.
Itu momen di mana saya mulai bertanya:
“Apa sebenarnya yang bikin influencer TikTok sukses jualan?”
Jawabannya ternyata bukan jumlah follower, tapi kepercayaan dan strategi komunikasi.
Kenapa Jadi Influencer Gak Cukup Cuma Viral?
Dulu saya fokus banget ngejar views dan likes.
Tiap hari bikin konten lucu, pakai musik trending, dan ikut challenge yang lagi rame.
Iya, views saya naik. Tapi ketika saya mulai promosi produk, responsnya aneh.
Ada yang komentar, “Wah, mulai jualan nih.”
Ada juga yang langsung unfollow.
Saya sadar, jadi influencer TikTok itu bukan soal tampil keren, tapi soal jadi seseorang yang dipercaya.
Dan membangun kepercayaan itu butuh waktu dan konten yang tepat.

Bangun Personal Branding Sebelum Jualan
Langkah pertama yang saya ubah adalah cara saya memperkenalkan diri.
Daripada cuma bikin video gaya-gayaan, saya mulai berbagi:
-
Cerita sehari-hari yang jujur
-
Tips atau pengalaman pribadi
-
Pendapat saya soal produk, tanpa terlalu ‘jual banget’
Dari situ, followers saya mulai lebih engage. Mereka ngerasa saya bukan cuma “influencer,” tapi juga teman ngobrol.
Saat saya rekomendasikan produk, mereka bilang,
“Kak, aku beli karena percaya kakak jujur review-nya.”
Dan itu titik balik besar dalam perjalanan saya sebagai influencer TikTok.
Influencer TikTok Perlu Konsisten di Niche
Saya sempat bingung mau bahas apa. Hari ini review skincare, besok masak mie goreng, lusa curhat.
Akhirnya saya pilih satu niche: konten produktivitas dan gaya hidup sehat.
Dengan tema yang jelas, saya jadi lebih fokus, dan penonton tahu apa yang bisa mereka harapkan dari akun saya.
Itu juga memudahkan saya untuk memilih produk afiliasi atau endorsement yang nyambung dengan konten saya.
Kalau kontennya gak nyambung, penonton bisa ngerasa dipaksa beli — dan itu justru bikin mereka kabur.
Jadi Influencer TikTok Harus Punya Arah
Kalau kamu baru mulai, atau sedang merasa stuck sebagai influencer TikTok, coba tanya ke diri sendiri:
-
Apa kamu sudah jadi diri sendiri di kontenmu?
-
Apa kamu cuma kejar viral, atau bangun hubungan?
-
Apa produk yang kamu jual memang cocok dengan audiensmu?
Saya belajar dari banyak kesalahan, dan terus perbaiki.
Yang penting bukan viral, tapi bernilai.
Karena orang gak akan beli karena kamu terkenal, tapi karena mereka percaya.
Jadi, kalau kamu ingin jadi influencer TikTok yang bukan cuma ramai, tapi juga berdampak — mulai bangun kredibilitas sekarang.
Dan kalau kamu butuh tips lebih lanjut, saya sering share pengalaman lengkap saya di https://bukutajug.com.
Tempat di mana kamu bisa belajar jadi kreator yang bukan hanya dilihat, tapi juga dipercaya.