Saya pernah ada di titik frustasi. Sudah capek bikin video, mikir ide, edit sampai larut malam, tapi views tetap segitu-gitu aja.
Padahal teman saya yang baru main TikTok, views-nya langsung tembus 10 ribu.
Waktu itu saya bilang ke diri sendiri, “Mungkin saya nggak bakat.”
Tapi ternyata bukan soal bakat. Masalahnya ada di optimasi TikTok.
Saya bikin konten, tapi gak ngerti cara kerja algoritma.
Saya asal upload tanpa mikirin caption, hashtag, dan waktu posting.
Ternyata itu semua ngaruh banget.
Begitu saya mulai belajar cara optimasi, video saya pelan-pelan mulai naik. Dari 300 views, jadi 1.000… lalu tembus 20.000!
Dan itu tanpa harus joget, tanpa jadi orang lain. Saya cukup ngerti strateginya.

Kenapa Optimasi TikTok Itu Penting Banget?
Kalau kamu anggap TikTok itu kayak panggung besar, maka optimasi adalah cara supaya lampu sorot menyorot kamu.
Tanpa optimasi, video kamu bisa tenggelam di antara jutaan video lain yang diupload tiap hari.
Saya baru sadar kalau TikTok punya aturan main sendiri. Dan yang ngerti aturannya, punya peluang lebih besar untuk dilihat.
Beberapa hal yang saya pelajari waktu mulai optimasi TikTok:
-
Waktu posting: Video saya lebih rame kalau diupload jam 6 pagi atau 7 malam (WIB).
-
Caption dan hashtag: Ternyata kata-kata di caption bisa bantu algoritma ngerti isi video kita.
-
Hook di 3 detik pertama: Kalau opening saya lemah, orang langsung swipe.
Dan semua itu bisa dipelajari, bahkan kalau kamu baru banget main TikTok.
Strategi Optimasi TikTok yang Saya Pakai dan Efektif
1. Optimasi TikTok lewat Profil yang Menarik
Dulu bio saya cuma tulisan “Konten santai-santai aja.”
Tapi ternyata, profil kita itu kayak kartu nama digital.
Orang cuma butuh 5 detik buat mutusin: follow atau skip.
Jadi saya ubah:
-
Pakai foto profil yang jelas dan ramah
-
Nama akun sesuai niche (misal: @tipsjualanrumah)
-
Bio langsung to the point: “Berbagi trik jualan tanpa modal | klik link👇”
Dan ya, dari situ makin banyak yang follow dan klik link saya.
2. Gunakan Data Analytics TikTok
Dulu saya upload video asal-asalan. Sekarang, saya cek dulu performa video lewat Analytics.
Dari sana saya tahu:
-
Jam berapa penonton saya aktif
-
Video mana yang paling lama ditonton
-
Topik apa yang bikin engagement tinggi
Setelah tahu datanya, saya gak asal tebak lagi.
Saya bisa buat konten yang memang dicari orang. Dan itu bikin proses lebih efisien dan hasilnya terasa.
Optimasi TikTok Bukan Sulap, Tapi Ilmu
Banyak orang pikir, “Ah, saya gak bisa viral. Bukan rezeki saya.”
Padahal kadang kita cuma kurang ngerti caranya.
Saya dulu juga nyerah, sampai akhirnya belajar pelan-pelan dan nyoba terus.
Optimasi TikTok itu kayak menanam.
Hasilnya gak instan, tapi kalau kamu rutin rawat dan perbaiki strateginya — video kamu akan tumbuh dan dilihat lebih banyak orang.
Jangan tunggu sampai punya followers ribuan baru mulai serius.
Justru dari sekarang, bangun pondasi lewat optimasi.
Kalau kamu ingin belajar lebih dalam, saya sering share trik dan pengalaman di https://bukutajug.com.
Di sana banyak artikel ringan tapi daging, khusus buat kamu yang mau berkembang sebagai kreator atau pebisnis online.