Saya ingat banget, pertama kali jadi TikTok creator, saya semangat luar biasa. Saya bikin video tiap hari, ngedit sampai tengah malam, dan gak lupa pakai hashtag #fyp.
Tapi hasilnya? Views-nya cuma puluhan. Kadang malah nol besar.
Waktu itu saya mikir, “Apa yang salah, ya? Aku udah usaha keras, tapi kayaknya TikTok gak sayang aku.”
Tapi sekarang saya tahu… bukan TikTok yang gak sayang. Saya aja yang belum ngerti cara mainnya.
Jadi di artikel ini, saya mau cerita bagaimana saya akhirnya bisa naik perlahan sebagai creator, walau awalnya benar-benar gak tahu apa-apa.

Kenapa Banyak TikTok Creator Gagal di Awal?
Jujur, banyak orang yang jadi TikTok creator cuma ikut-ikutan.
Termasuk saya dulu.
Saya pikir, selama posting terus dan pakai lagu viral, pasti sukses.
Padahal gak semudah itu.
Kesalahan saya waktu itu:
-
Tidak punya niche jelas (hari ini masak, besok nari, lusa jualan)
-
Tidak konsisten waktu posting
-
Tidak ajak penonton berinteraksi
-
Tidak memperhatikan data (analytics)
Saya mulai berubah waktu saya tanya ke creator lain yang sukses.
Mereka bilang, “Jangan bikin konten asal tayang. Bikin konten yang ngomong langsung ke orang yang kamu tuju.”
Dan itu bikin saya sadar: selama ini saya bikin konten buat semua orang, padahal harusnya buat satu tipe orang dulu.
Menemukan Suara dan Gaya Sendiri
Setelah belajar lebih banyak, saya mulai memperbaiki gaya saya.
Saya gak lagi meniru gaya orang lain. Saya mulai dari diri saya sendiri:
-
Apa yang saya suka?
-
Masalah apa yang pernah saya alami dan bisa saya bantu orang lain juga?
Akhirnya, saya pilih niche edukasi ringan untuk pemula jualan online.
Saya mulai share tips singkat, pengalaman pribadi, dan kadang curhatan lucu tentang dunia jualan.
Ternyata, makin jujur dan simpel, makin banyak orang yang nyambung.
Cara Menarik Penonton Sebagai TikTok Creator
1. Buka dengan Hook yang Kuat
Awal video itu segalanya. Kalau 3 detik pertama gak menarik, orang langsung geser.
Contoh hook yang saya pakai:
-
“Gagal jualan 3 kali, tapi masih mau coba?”
-
“Saya dulu malu ngomong depan kamera, sekarang tiap hari live.”
Buat orang penasaran dan merasa, “Ini tentang aku banget.”
2. Bangun Interaksi Lewat Cerita
Daripada cuma kasih tips kaku, saya coba bercerita.
Misalnya:
“Waktu itu saya jualan tapi barang gak laku. Ternyata… caption saya cuma 2 kata: ‘Yuk beli.’ Gimana orang tertarik?”
Cerita bikin penonton lebih terhubung, bukan cuma sekadar nonton lalu skip.
TikTok Creator dan Konsistensi yang Bikin Naik
Dari semua hal yang saya pelajari, satu hal yang paling penting adalah: konsistensi.
Bukan cuma soal rajin posting, tapi konsisten dalam:
-
Gaya bicara
-
Tema konten
-
Format video
Saya sekarang punya pola:
Senin – cerita pengalaman,
Rabu – tips ringan,
Jumat – mini edukasi dengan ajakan follow atau beli.
Penonton pun jadi hafal dan lebih nungguin video saya.
Dan saya sendiri lebih gampang bikin konten karena sudah ada jalurnya.
Optimasi Profil dan CTA yang Efektif
TikTok bukan cuma soal video. Profil kamu juga bagian dari strategi.
Beberapa hal yang saya ubah:
-
Foto profil profesional (bukan selfie gelap)
-
Bio singkat: “Sharing jualan online & affiliate | Link di bawah👇”
-
Link aktif ke katalog Shopee atau Linktree
Lalu, saya selalu tambahkan CTA di akhir video.
Contoh:
-
“Kalau kamu pernah ngalamin ini, komen ya!”
-
“Follow buat tips selanjutnya, biar gak nyesel.”
Ternyata, ajakan sederhana ini bikin engagement naik dan followers bertambah lebih cepat.
Penutup: Gagal Sekali Bukan Akhir Jadi TikTok Creator
Banyak orang yang berhenti jadi TikTok creator cuma karena views-nya kecil.
Padahal, itu hal biasa di awal.
Saya pun pernah ada di titik putus asa. Tapi setelah saya ubah cara pikir dan cara kerja, semua mulai bergerak perlahan.
TikTok itu bukan sulap.
Tapi kalau kamu mau belajar dan konsisten, kamu bisa jadi creator yang benar-benar didengar dan dilihat.
Kalau kamu butuh panduan langkah demi langkah jadi TikTok creator dari nol, silakan baca artikel lainnya di https://bukutajug.com.
Saya share semua hal yang saya alami, biar kamu gak ulang kesalahan yang sama.