Apakah kamu sudah menggunakan tiktok niche? Setiap hari bikin video TikTok—pakai musik viral, ikut tren, pakai hashtag ramai—tapi views cuma mentok 200. Bahkan kadang cuma 37. Rasanya kayak ngomong sendiri di ruang kosong.
Tapi semua berubah waktu saya paham satu hal penting yang selama ini saya abaikan: TikTok Niche.

Saya Tertarik Gara-Gara Satu Kalimat Sederhana
Saya dengar dari seorang TikTok coach, “Kalau kamu bicara ke semua orang, tidak ada yang benar-benar mendengarkan.” Boom! Itu tamparan lembut buat saya.
Saya mulai riset soal niche, dan ternyata… TikTok lebih suka akun yang konsisten. Bukan yang serba bisa, tapi yang punya karakter kuat. Kayak akun yang cuma bahas skincare lokal murah, atau yang khusus review buku Islami, atau yang fokus pada tips diet sehat tanpa olahraga berat.
Saya pun mulai mempersempit konten saya. Dari yang tadinya random ngomongin banyak hal, saya fokus ke satu niche: tips TikTok affiliate buat pemula. Dan perlahan, views saya naik. Follower juga nambah, bahkan banyak yang nanya produk, minta link, sampai ada yang ngajak kerja sama.
Menemukan TikTok Niche yang Tepat
Nah, di sini saya mau ajak kamu juga buat fokus. Tapi gimana caranya cari niche yang cocok?
Pertama, tanyakan ke diri sendiri:
-
Apa yang kamu suka bahas setiap hari tanpa bosan?
-
Topik apa yang sering kamu cari di TikTok atau Google?
-
Apa kamu punya pengalaman, masalah, atau solusi di bidang itu?
Contohnya:
-
Kalau kamu ibu rumah tangga yang sering belanja online, kamu bisa bahas produk rumah tangga di TikTok.
-
Kalau kamu suka baca buku dan suka ngomong, kamu bisa bikin review singkat buku.
-
Kalau kamu mantan pegawai yang pindah ke usaha rumahan, kamu bisa jadi inspirasi bagi banyak orang di niche “karier kedua”.
Yang penting, niche itu harus relevan dengan kamu dan punya pasar. Jangan asal ikut tren, tapi kamu sendiri nggak nyambung.
Daftar TikTok Niche Populer di Indonesia dan Amerika
Berikut ini beberapa ide niche yang bisa kamu pertimbangkan:
Niche | Cocok untuk | Peluang Afiliasi |
---|---|---|
Skincare Lokal | Remaja, Ibu muda | TikTok Shop, Shopee |
Buku dan Literasi | Mahasiswa, pekerja, pelajar | Buku fisik/digital |
Kesehatan dan Diet | Ibu rumah tangga, pria 40+ | Produk herbal, suplemen |
Parenting Islami | Ibu muda, komunitas keluarga | Buku anak, mainan edukatif |
Gadget & Teknologi | Pelajar, pria usia 18–35 | Afiliasi gadget Shopee |
Fiksi Cinta Islami | Anak SMA, wanita usia 20–30 | Buku cerita, konten series |
Bisnis Rumahan | Karyawan, pensiunan, ibu rumah tangga | Tools bisnis, eBook |
TikTok Niche Membentuk Identitas Kontenmu
Begitu kamu sudah tahu niche kamu, semuanya akan terasa lebih ringan. Saya jadi tahu harus bikin konten apa, siapa target saya, dan jenis produk apa yang bisa saya afiliasikan.
Algoritma TikTok juga lebih “kenal” saya. Konten saya lebih sering masuk ke FYP orang-orang yang memang butuh solusi atau informasi yang saya bawa. Bahkan, saya sering dapat DM dari orang yang nanya, “Bang, produk yang kamu pakai di video kemarin beli di mana?”
Kuncinya cuma satu: niche yang fokus dan konsisten.
Kesimpulan: Fokus Dulu, Viral Belakangan
Buat kamu yang masih bingung kenapa videomu sepi padahal udah ikut semua tren, mungkin jawabannya bukan di editing, musik, atau hashtag. Mungkin, kamu belum jelas bicara ke siapa.
TikTok bukan soal viral cepat. Tapi soal membangun audiens yang loyal karena kamu selalu kasih konten yang mereka butuhkan.
Jadi, sekarang… apa TikTok niche kamu?
Tulis, pikirkan, dan mulai dari satu konten yang jujur dari dirimu sendiri.