Menulis puisi bisa menjadi tantangan bagi banyak orang, terutama ketika ingin menghasilkan karya yang indah, bermakna, dan menyentuh hati. Dengan bantuan ChatGPT, kita bisa mendapatkan inspirasi, menyusun kata-kata yang lebih puitis, dan menyempurnakan puisi dengan lebih mudah. Artikel ini akan membahas bagaimana menulis puisi dengan bantuan ChatGPT, serta membandingkan hasil puisi berdasarkan tiga jenis prompt berbeda.

1. Menggunakan ChatGPT untuk Menulis Puisi
ChatGPT dapat digunakan untuk menulis puisi dengan beberapa cara:
Cara pertama. Menggunakan prompt atau perintah sederhana, yakni meminta ChatGPT menulis puisi dengan tema tertentu, seperti cinta, alam, atau kehidupan.
Kedua, menggunakan inspirasi dari kutipan atau quote, yakni meminta ChatGPT membuat puisi berdasarkan kutipan atau quote terkenal.
Ketiga, kita membuat prompt atau perintah yang kita desain sendiri sesuai dengan kreativitas kita sebagai penyair.
Meminta perbaikan dan penyempurnaan: Jika sudah memiliki puisi, kita bisa meminta ChatGPT untuk memperindah diksi, meningkatkan ritme, atau menyesuaikan dengan gaya tertentu.
2. Perbandingan, kita bisa menciptakan puisi yang lebih unik dan bermakna.
Untuk melihat bagaimana ChatGPT menghasilkan puisi, berikut adalah tiga contoh dengan pendekatan yang berbeda.
Prompt 1: “Buatkan puisi bertema cinta sejati”
…dan hasilnya seperti ini.
> Cinta Sejati
Dalam redup cahaya rembulan,
Kau hadir dengan senyum menawan.
Tak goyah oleh badai kehidupan,
Kau genggam tanganku dalam keabadian.
Cinta sejati bukan sekadar janji,
Tapi kesetiaan yang tak pernah lari.
Meski waktu mengikis usia,
Hatiku tetap bersamamu selamanya.
Pada puisi ini, ChatGPT menghasilkan lirik yang menggambarkan cinta sejati secara langsung dan romantis. Struktur puisinya sederhana dengan rima yang cukup kuat.
Prompt 2: “Buatkan puisi tentang cinta sejati berdasarkan quote: ‘True love is not about perfection, it is hidden in flaws and acceptance’.”
…dan hasilnya seperti berikut.
> Cinta dalam Kekurangan
Cinta sejati bukan tentang sempurna,
Tapi tentang dua hati yang saling menerima.
Dalam luka dan kelamnya hari,
Kau tetap ada, menguatkanku kembali.
Kau mencintaiku bukan karena aku tanpa cela,
Tapi karena kau melihat keindahan di dalamnya.
Bukan tentang kesempurnaan yang fana,
Tapi tentang ketulusan yang tak tergantikan.
Pada puisi ini, ChatGPT menyusun bait dengan inspirasi dari kutipan yang diberikan. Hasilnya lebih reflektif dan filosofis dibandingkan puisi pertama, dengan fokus pada makna cinta yang lebih dalam.
2. Menggunakan prompt yang lebih kompleks
Di bawah ini saya berikan contoh prompt atau perintah yang lebih kreatif. Gunakan prompt berikut ini, Anda copy paste di chatgpt dan bandingkan puisi yang dihasilkan.
a. “Tulis sebuah puisi yang sederhana namun penuh makna tentang cinta yang tak perlu diucapkan. Gunakan metafora alam seperti hujan, angin, atau senja untuk menggambarkan perasaan yang mengalir tanpa batas.”
Puisi yang dihasilkan di akun saya, seperti ini:
Tanpa Kata
Aku mencintaimu seperti hujan mencintai bumi,
turun perlahan tanpa pernah bertanya,
menyentuh lembut dedaunan,
lalu menghilang dalam akar yang mengerti.Aku mencintaimu seperti angin mencintai daun,
menyapa tanpa menggenggam,
membelai tanpa mengikat,
membiarkan rindu tumbuh di sela-sela sunyi.Aku mencintaimu seperti senja mencintai langit,
tak perlu janji, tak perlu suara,
cukup dengan warna yang memeluk malam,
cukup dengan cahaya yang tak ingin pergi.Tak perlu kata, tak perlu suara,
karena cinta sejati adalah yang tetap ada,
bahkan saat tak terlihat,
bahkan saat tak terucap.
b. Prompt “Ciptakan puisi yang seolah-olah merupakan percakapan antara dua hal yang tidak bisa bertemu—misalnya, laut dan langit, bayangan dan cahaya, atau hujan dan matahari. Biarkan puisi ini berbicara tentang rindu, kehilangan, atau keabadian.”
Puisi yang dihasilkan di akun saya, seperti ini:
Laut dan Langit
“Aku biru,” kata laut, “seperti dirimu.”
“Tapi mengapa kita tak pernah bersentuhan?”Langit tersenyum, mengirimkan awan.
“Aku selalu di atasmu, melihat gelombangmu menari.”
“Tapi jika aku turun, aku akan hilang dalam dadamu.”Laut berdesah, membiarkan ombak berlari,
menyentuh bayangan langit yang terpantul di tubuhnya.
“Aku menyimpanmu dalam setiap riakku,” katanya pelan.
“Namun kau tetap tak tergapai.”Langit membalas,
“Aku mengirimkan hujan, agar kau merasa aku pernah ada.”
“Tapi air itu jatuh, menjadi bagian darimu, sementara aku tetap jauh.”Laut diam, langit tetap membiru.
Mereka mencinta, tapi tak bisa bertemu.
c. Cobalah prompt di bawah ini dan bagaimana puisi yang dihasilkan?
-
“Ciptakan sebuah puisi yang menangkap momen kecil dalam hidup—secangkir kopi yang mendingin, bayangan di jendela, atau suara hujan di atap—dan hubungkan momen tersebut dengan filosofi kehidupan yang dalam.”
-
“Buatlah puisi yang membahas waktu dan kenangan, di mana seorang tokoh dalam puisi berbicara kepada dirinya di masa lalu atau masa depan. Gunakan bahasa yang halus dan melankolis untuk menggambarkan perasaan rindu yang tak terucapkan.”
-
“Tulis puisi yang menggambarkan perjalanan seseorang dalam menemukan makna hidup, tetapi tanpa menyebutkan kata ‘hidup’ atau ‘makna.’ Gunakan simbol-simbol alam dan benda-benda sederhana untuk menyampaikan kedalaman emosi.”
3. Kesimpulan
Dari perbandingan 4 puisi di atas, kita bisa melihat bahwa:
Prompt sederhana cenderung menghasilkan puisi yang lebih umum, dengan diksi yang mudah dipahami dan nuansa yang romantis.
Prompt berdasarkan kutipan memberikan kedalaman makna yang lebih kuat, karena terinspirasi oleh konsep yang sudah ada. Dan, prompt yang lebih kompleks bisa menghasilkan puisi yang lebih powerful.
Menggunakan ChatGPT dalam menulis puisi bisa sangat membantu, baik untuk mencari inspirasi maupun menyempurnakan hasil akhir. Dengan variasi prompt yang tepat, kita bisa menciptakan puisi yang lebih unik dan bermakna.
Silakan Anda coba buat prompt lain di akun chatgpt Anda. Hasilnya pasti sangat heboh.
Baca lebih lanjut di sini.