TikTok Funnel: Kenapa Views Banyak Tapi Gak Cuan?
Mari kita bicara tentang Tiktok Funnel. Waktu pertama kali saya bikin video TikTok tentang produk minuman sehat, saya senang banget. Views-nya tembus 20 ribu! Tapi seminggu lewat… cuma satu yang beli.
Saya langsung mikir, “Loh, yang nonton banyak, tapi kenapa penjualan sepi?”
Ternyata, saya hanya fokus bikin video menarik. Saya gak ngerti soal funnel.
Saya gak tahu kalau di TikTok itu ada alurnya, kayak tangga buat ngajak orang naik dari penonton biasa jadi pembeli.
Mulai dari situ saya belajar tentang TikTok funnel, dan itu mengubah cara saya bikin konten.

Cara Kerja TikTok Funnel Secara Sederhana
Bayangkan kamu jualan jus mangga.
Kalau kamu cuma teriak, “Jus mangga segar!” orang mungkin cuma nengok.
Tapi kalau kamu ajak mereka cicip, jelasin manfaatnya, tunjukin testimoni, lalu kasih diskon — peluang mereka beli jadi lebih besar, kan?
Nah, TikTok funnel juga seperti itu.
Kita gak bisa berharap orang langsung beli cuma karena lihat satu video.
Perlu tahapan:
-
Menarik perhatian – Video pertama harus bikin orang berhenti scroll.
-
Membangun rasa ingin tahu – Tunjukkan manfaat atau alasan kenapa mereka butuh produkmu.
-
Membuat mereka percaya – Kasih testimoni, review jujur, atau bukti hasil.
-
Ajak mereka bertindak – CTA: “Klik link di bio sekarang!”
Saat saya mulai membuat konten berdasarkan tahapan itu, hasilnya beda banget. Walau views gak setinggi sebelumnya, tapi penjualan lebih konsisten.
TikTok Funnel dan Strategi Konten Harian
Biar funnel kamu berjalan mulus, kamu perlu bikin konten harian yang punya peran masing-masing dalam proses itu.
Contoh Pola Konten 3 Hari:
-
Hari 1: Menarik perhatian
Buat video unik, lucu, atau inspiratif. Gunakan hook:
“Gak nyangka hasilnya begini cuma pakai ini…” -
Hari 2: Edukasi atau manfaat
Jelaskan cara pakai produk, tips, atau kelebihan.
“3 alasan kenapa minuman ini cocok buat yang sering begadang.” -
Hari 3: Social proof / testimoni
Tampilkan pelanggan yang puas, unboxing, atau bukti pembelian.
Setelah itu, ulangi siklus dengan variasi baru. Ini akan membangun kepercayaan dari followers dan orang yang baru mampir ke profil kamu.
Buat Profil TikTok yang Dukung Funnel
Kita sering fokus ke isi video, tapi lupa memperhatikan tampilan profil.
Padahal, saat orang tertarik, mereka biasanya klik ke profil untuk cari tahu lebih banyak.
Berikut hal penting yang saya ubah:
-
Foto profil jelas dan profesional
Orang langsung tahu ini akun serius. -
Bio singkat tapi menjelaskan manfaat
Contoh: “Tips jualan & cuan dari rumah | Klik link 👇” -
Link aktif
Gunakan tools seperti Beacons atau Linktree untuk kasih jalan pembeli ke produk yang kita promosikan.
Saya juga pin video penting di profil: testimoni, video paling banyak views, dan penjelasan produk.
Optimalkan Funnel untuk Penjualan Lebih Stabil
Saat funnel sudah jalan, kamu akan sadar bahwa kamu gak perlu viral tiap hari.
Video yang “biasa-biasa aja” bisa tetap menghasilkan jika diarahkan dengan benar.
Contoh dari pengalaman saya:
-
Video views 2.000 → hasilkan 3 pembeli
-
Video views 15.000 → tanpa CTA, gak hasilkan apa pun
Apa bedanya? Yang pertama saya buat sebagai bagian dari funnel: ada edukasi, ada ajakan, ada link jelas.
Yang kedua cuma hiburan tanpa arah.
Funnel membantu saya mengukur mana video yang berguna, mana yang hanya bikin senang sesaat.
TikTok Funnel Itu Kunci Konsisten Cuan
Sekarang saya sadar, viral itu bukan segalanya.
Yang penting: arahkan penonton dengan strategi yang benar.
Dengan TikTok funnel, kamu bisa:
-
Bangun kepercayaan
-
Buat konten yang punya tujuan
-
Dapatkan pembeli walau bukan seleb TikTok
Dan yang paling keren, semua bisa kamu mulai hanya dengan HP dan niat belajar.
Kalau kamu ingin belajar lebih banyak tentang cara mengubah video menjadi alat jualan, saya sering bagikan tips di blog saya: https://bukutajug.com