fbpx

BUKU 100% ORIGINAL. DISKON HINGGA 30%

Cara Menulis Daftar Pustaka

Bagi sebagian besar penulis, cara menulis daftar pustaka menjadi bagian penting dari kegiatan menulis sebuah teks. Biasanya, daftar pustaka adalah hal terakhir yang Anda lakukan saat menulis esai atau makalah penelitian.

Namun, cara menulis daftar pustaka ternya terdapat banyak format yang berbeda untuk daftar Pustaka. Anda wajib mengetahui yang mana yang harus Anda gunakan untuk proyek Anda.

Dalam artikel blog ini, kami akan membahas tiga gaya yang paling populer: APA dan MLA.

Memformat penulisan daftar pustaka

cara menulis daftar pustaka

Setelah Anda memiliki sumber dan kutipan, sekarang saatnya memformat daftar pustaka Anda.

Gunakan jenis huruf standar seperti Times New Roman atau Arial.

Gunakan ukuran standar seperti 12pt.

Gunakan spasi baris standar seperti 1,5 (ini berarti ada satu spasi di antara baris dalam dokumen Anda).

Atur margin Anda pada 1 inci di semua sisi halaman sehingga semuanya pas di dalam margin tersebut tanpa mengalami masalah di kemudian hari saat Anda mencoba mencetak atau mengirim kertas Anda untuk tujuan penilaian!

Menulis daftar pustaka

Nama penulis, tahun. Judul buku (dicetak miring). Penerbit, kota tempat penerbitan: nama penerbit. Kota tempat buku diterbitkan: singkatan negara bagian atau nama negara; contoh: New York: HarperCollins Publishers Inc.

Informasi berikut ini harus disertakan dalam daftar referensi Anda jika tersedia: jumlah halaman; edisi (jika bukan yang pertama); tempat penerbitan; pernyataan edisi (jika ada), nomor halaman untuk ilustrasi dan tabel (dipisahkan dengan tanda hubung), urutan halaman dalam setiap bab/bagian atau nomor bagian yang menjadi dasar pengutipan Anda dari teks sumber

 

Seorang penulis harus menyertakan daftar pustaka setiap kali mereka menggunakan sumber daya dari luar untuk sebuah teks.

Baca juga:  Teknik Menulis Puisi yang Jarang Diungkap

Daftar pustaka adalah bagian penting dari setiap karya tulis akademis. Daftar pustaka memungkinkan Anda untuk mengakui sumber-sumber yang telah Anda gunakan, dan juga dapat membantu pembaca menemukan informasi lebih lanjut tentang suatu topik. Daftar pustaka yang baik akan mencakup semua karya yang relevan yang dikutip dalam teks Anda serta beberapa judul tambahan yang mungkin berguna untuk bacaan atau penelitian lebih lanjut.

Daftar pustaka harus selalu disertakan di akhir makalah, tetapi penting untuk tidak melupakannya saat menulis! Ketika menulis karya Anda, catat semua referensi dengan menggunakan alat bantu kutipan bawaan Microsoft Word (atau program lain yang serupa).

Hal ini akan memungkinkan Anda untuk membuat database sumber sehingga ketika tiba waktunya untuk memformat kutipan di kemudian hari, tidak akan ada kebingungan tentang apa yang perlu dikutip di mana – dan tidak ada yang perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk menjelajahi makalah lama mereka untuk mencari referensi yang hilang!

Kesimpulan

Cara menulis daftar pustaka adalah bagian penting dari setiap karya tulis akademis. Daftar pustaka memungkinkan pembaca untuk melihat dari mana Anda mendapatkan informasi, sehingga mereka dapat kembali dan membaca sumber-sumber tersebut jika mereka menginginkannya.

Contoh menulis daftar pustaka selengkapnya, silakan kunjungi pembahasan lebih lengkap di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Layanan konsumen kami ada disini untuk menjawab semua pertanyaan kamu.
👋 Hallo, apa yang bisa saya bantu?